Wabup Aru Buka Workshop Inisiasi Usulan Perda Pengakuan Dan Perlindungan MAA

Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muin Sogalrey, SE membuka acara Workshop Inisiasi Usulan Peraturan Daerah (Perda) Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Aru (MAA) yang diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), bertempat di Cafe Gospel Dobo, Sabtu (23/11/2019).

Wabup Muin Sogalrey mengatakan, Kabupaten Kepulauan Aru dalam keberagaman suku, bahasa, agama dan rasnya merupakan potret mini dari Indonesia Raya.

“Keberagaman inilah yang terkadang menimbulkan gesekan-gesekan sosial politik pada masyarakat kita di akar rumput,” ungkap Sogalrey.

Menurut Sogalrey, segala upaya untuk menemukan suatu kesamaan nilai yang menjadi pemersatu kelompok-kelompok yang berbeda merupakan hal yang sangat panting dan mendesak.

Hal ini merupakan keinginan dan sekaligus tujuan bersama yang harus kita capai dalam merumuskan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Aru dalam forum workshop ini.

Dikatakan, Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Aru memiliki sistem adat baik itu pranata adat, wilayah adat, hukum adat dan pemangku adat serta pemilik yang mempunyai hak, fungsi dan kewenangan penyelenggaraan dan kepemilikan yang diakui turun temurun dan hal ini berlaku pada 117 desa adat.

Walaupun penyelenggaraan sistem adat terasa kental terjadi di desa-desa, akan tetapi itu terjadi sebagai konsekuensi ketaatan pada keputusan Hukum Adat Aru dan kesepahaman untuk memberlakukannya di setiap desa dan hal ini diterima dengan baik sejak leluhur.

Selaku Pemerintah Daerah Wabup Sogalrey memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Panitia Pelaksana yang telah mempersiapkan segala hal dalam penyelenggaraan workshop ini.

“Kita akan mulai dengan memetik pelajaran maksimum dari kegiatan ini dan mesti kita merumuskan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat Aru di Bumi Jargaria Sarkwarisa yang kita cintai bersama,” ucap Wabup Sogalrey.

Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda Aru, Anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Pimpinan OPD Kabupaten Kepulauan Aru, Pimpinan TNI/Polri, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan dan Tokoh Pemuda serta tamu undangan lainnya.

 

Sumber : https://www.tribun-maluku.com/2019/11/wabup-aru-buka-workshop-inisiasi-usulan-perda-pengakuan-dan-perlindungan-maa/