Bupati Kepulauan Aru Turut Serta Latihan Evakuasi Mandiri Bersama Warga Desa Wangel

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempabumi berpotensi tsunami, Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui Direktorat Kesiapsiagaan melaksanakan serangkaian kegiatan dalam upaya meningkatkan kapasitas pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Aru dan masyarakat di dua desa agar lebih siap menghadapi bencana.

Bertempat di Desa Wangel dan Desa Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku dilaksanakan Latihan Evakuasi Mandiri dengan melibatkan kurang lebih 200an masyarakat di kedua desa.

Dalam Sambutannya, bupati mengajak kepada masyarakat yang hadir agar menjaga lingkungan dengan memperbanyak tanaman dipesisir pantai untuk mencegah abrasi. “Di pantai jangan lagi ambil pasir, karang- karang jangan dirusak karena berfungsi untuk menahan  terjangan gelombang airlaut. “Katong jaga alam, alam akan jaga Katong”. Begitu pesan bupati kepada masyarakat yang hadir di Balai Desa Wangel.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mengapresiasi dan berterimakasih atas bantuan fasilitasi serta dukungan BNPB kepada pemerintah daerah dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat diwilayah rawan bencana.

Arahan bupati Kep. Aru yg hadir dan ikut mencoba jalur evakuasi yang disiapkan masyarakat di Desa Wangel agar Kepala Desa  Durjela dan Wangel beserta perangkat desa segera memformalkan satgas evakuasi mandiri yg sudah terbentuk dalam pelatihan ini.

Bupati Kep. Aru, dr. Johan Gonga berharap kedua desa yg menjadi lokasi latihan hari ini agar menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di 117 desa yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru. Lebih jauh, Bupati akan menfasilitasi satgas evakuasi mandiri dari dua desa ini untuk menjadi fasilitator pembentukan satgas dan simulasi evakuasi mandiri di desa-desa lain di Kab. Kep. Aru.

Kasubdit Peringatan Dini, Abdul Muhari dalam sesi evaluasi pasca pelaksanaan latihan evakuasi mandiri menekankan kepada pentingnya pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana, kesadaran untuk berlatih secara berkala dan mandiri dengan mengenali jalur evakuasi menuju tempat aman dan mencatat berapa lama waktu yang diperlukan bagi warga menuju ke Tempat Evakuasi Akhir. Sebagaimana yang menjadi kegiatan rutin di Jepang, simulasi evakuasi mandiri tidak menekankan pada kuantitas peserta simulasi, tetapi pada kualitas proses yang dilakukan oleh masyarakat dalam menyusun rencana, menentukan jalur hingga melakukan simulasi evakuasi berdasarkan rencana yang sudah disusun.

Dyah Rusmiasih selaku Kasubdit Perencana Siaga menjelaskan rangkaian kegiatan Tim dari BNPB ini dimulai dari  Penyusunan Rencana Kontinjensi gempabumi berpotensi tsunami (11-15 November 2019) _groundcheck_  lokasi,  sosialisasi dan pembekalan bagi pendamping/fasilitator  yang akan membantu kegiatan latihan evakuasi mandiri (15-16 November 2019), Kegiatan Latihan Evakuasi Mandiri (17 November 2019) Sosialisasi dan Finalisasi Renkon bersama OPD terkait yang akan dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Aru (18 November 2019).

Sumber : https://bnpb.go.id/bupati-kepulauan-aru-ikut-serta-bersama-warga-desa-wangel-dalam-latihan-evakuasi-mandiri